5 Tradisi Ramadan Yang menarik Dari Berbagai Penjuru Dunia

Bulan Ramadan ialah bulan yang sangat dinanti-nanti oleh umat Muslim dunia khususnya di Indonesia. Karena di bulan ini momen-momen sangat berharga dalam kehidupan. Banyak yang memanfaatkan Ramadan sebagai momen guna berkumpul bareng keluarga di kampung halaman, atau sekadar berbuka puasa bareng teman yang telah lama tidak bertemu. Pasalnya di bulan-bulan lainnya, seringkali kita disibukkan dengan dunia kerja, berangkat pagi kembali malam, dari Senin hingga Jumat, saking sibuknya weekend cuma dapat untuk istirahat. Itulah tradisi Ramadan yang sering dilaksanakan warga Indonesia di Bulan Ramadan, kemudian bagaimana dengan tradisi di negara-negara lainnya? Simak yuk dalam ulasan sebagai berikut ini:

1. Lebanon, menyalakan meriam guna penanda berbuka puasa

Tradisi menarik Bulan Ramadan di Lebanon paling ekstrem. Di samping mengumandangkan Azan di masjid, semua tentara akan menyalakan meriam sebagai masa-masa penanda berbuka puasa.

Tradisi ini sudah dilangsungkan selama 200 tahun lalu ketika Timur Tengah diperintah oleh kerajaan Ottoman. Awal mulanya ialah saat itu di Mesir sedang dilaksanakan pengujian meriam baru. Pengujian dengan menembakkan peluru bertepatan ketika matahari terbenam. Dentuman keras pun tersiar sepanjang Kairo, dan penduduk menangkapnya sebagai penanda berbuka puasa. Hingga kesudahannya tradisi ini merembet ke negara lain layaknya Turki dan Lebanon.

2. Uni Emirat Arab, anak-anak meminta permen ke tetangga

Uni Emirat Arab dikenal sebagai negara teluk yang paling modern. Negara ini mempunyai Abu Dhabi dan Dubai, kota dengan pembangunan yang paling masif, dan masyarakatnya yang sering dirasakan individualistik. Tapi pada ketika Ramadan anggapan tersebut akan sirna, sebab masyarakat tidak sedikit menghabiskan waktu guna berkumpul bersama. Salah satu tradisi uniknya ialah Festival Garangao.

Festival eksklusif anak-anak ini dilangsungkan pada pertengahan bulan Ramadan. Anak-anak bakal didandani dengan pakaian adat yang berwarna cerah dan glamor, untuk lantas keliling ke rumah-rumah meminta permen dan kue. Tradisi ini tujuannya guna mempererat silaturahmi dan sarana sosialisasi warga.

3. Turki, membangkitkan sahur dengan drum

Warga Turki kelihatannya gak perlu alarm bikin bangun sahur . Pasalnya sekitar Bulan Ramadan bakal ada 2.000-an lebih penabuh drum yang keliling ke rumah-rumah warga guna membangunkan sahur.

Tradisi menarik ini telah dilangsungkan sejak masa pemerintahan Kesultanan Ottoman. Sama layaknya zaman dulu, penabuh drum sekarang juga berhias layaknya penduduk Ottoman dengan rompi khas mereka dan peci. Profesi ini mendapatkan perhatian eksklusif dari Pemerintah Turki, buktinya kini penabuh drum sudah mendapatkan kartu anggota khusus. Gak jarang, warga yang berbaik hati menawari mereka makanan sahur atau sekadar menyalurkan sedikit sumbangannya guna mereka.

Gak usah jauh-jauh ke Turki bila mau menikmati sensasi dibangkitkan sahur gunakan drum, di Indonesia pun ada tradisi grebek sahur. Bedanya, bila di Turki gunakan drum, di Indonesia gunakan alat seadanya layaknya ember, panci, dan lain-lain yang penting mengeluarkan bunyi ketika dipukul.

4. Mesir, memasang lentera warna-warni di depan rumah

Semarak bulan Ramadan bakal terasa di pemukiman-pemukiman di Mesir. Saat bulan suci ini, semua warga beramai-ramai menghias lokasi tinggal mereka dengan lentera warna-warni yang dinamakan dengan fanoos. Anak-anak pun berkeliling dari satu lokasi tinggal ke lokasi tinggal lain sambil membawa fanoos guna meminta kue dan permen.

Sejarah pemakaian fanoos ini telah ada semenjak Dinasti Fatimiyah selama tahun 900-an hingga 1100-an. Saat tersebut dinasti ini tengah kedatangan tamu tepat di awal Bulan Ramadan, semua warga juga diperintahkan untuk mengobarkan lilin warna warni di depan rumahnya sebagai penanda jalan untuk para tamu.

5. Irak, memainkan permainan tradisional “menyembunyikan cincin”

Di Irak, ada suatu permainan tradisional mempunyai nama Mheibes. Mheibes biasa dimainkan pada malam hari sesudah berbuka di Bulan Ramadan. Permainan ini dimainkan oleh para lelaki dan terdiri dari dua tim. Masing-masing tim paling tidak harus beranggotakan 40 dan maksimal 250 orang.

Cara memainkannya simpel, semua anggota kesebelasan dipersilakan guna duduk di kursi dalam jumlah yang banyak. Kemudian terdapat satu orang dari tim itu yang menyalurkan satu cincin guna disembunyikan. Setelah selesai, kesebelasan lawan diwajibkan untuk memprediksi di mana cincin tersebut. Kalau anggotanya hingga 250 tentu bingung deh nebaknya gimana.

Cara nebaknya pun sangat sulit, sebab mereka mesti mengejar si pemegang cincin hanya dengan menyaksikan gerak tubuh dan ekspresi si pemain lawan. Setelah permainan usai, kedua tim juga larut dalam kegembiraan dan menari bareng diiringi buaian musik tradisional.

Ayo Berbagi Tips

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *