Cara Fermentasi Jerami Basah Untuk Sapi yang Sederhana

Bingung tentang cara fermentasi jerami basah untuk sapi? pusing karena sudah mencari cara dan tidak bisa? Tenang, pada artikel kali ini saya akan membagikan tutorialnya. Jika kamu penasaran untuk mencobanya, saya akan memberikan tutorial cara fermentasi jerami basah untuk sapi

Pengertian Jerami

Jerami padi yaitu salah satu limbah pertanian di Wilayah Indonesia yang belum dimaksimalkan. Jerami adalah tanaman padi yang sudah dipanen buahnya (biji-bijian), akhirnya tinggal tersisa batang dan daunnya yang merupakan limbah pertanian terbesar dan belum dimanfaatkan secara maksimal oleh sebagian petani karena faktor teknis dan ekonomis.

Bagi sebagian petani, jerami kerap dipakai untuk penutup tanah saat menanam tanaman sekunder. Hanya sedikit petani yang memakai jerami untuk pakan ternak alternatif pada musim kemarau karena sulitnya mendapatkan pakan. Di sisi lain, jerami sebagai limbah pertanian kerapkali menjadi masalah bagi petani, akhirnya seringkali dibakar buat mengatasi masalah tersebut.

Sementara itu, pembakaran limbah pertanian dapat meningkatkan kadar karbon dioksida di udara yang bisa menyebabkan pemanasan global. Hijauan merupakan pakan utama bagi ternak ruminansia. Pakan umumnya berasal dari rerumputan dan kacang-kacangan.

Kekurangan pakan ternak setiap tahun terutama pada musim kemarau menjadi masalah yang harus diselesaikan. Peningkatan produksi hijauan dibatasi oleh kecenderungan semakin sempitnya lahan akibat pertambahan penduduk yang semakin meningkat dan perluasan lahan pertanian.

Untuk itu pemanfaatan sisa-sisa pertanian sebagai pakan ternak dapat menjadi solusi permasalahan tersebut. Jerami padi merupakan salah satu limbah pertanian yang dianggap banyak jumlahnya dan belum dimanfaatkan secara maksimal karena selalu dibakar setelah dipanen.

Produksi jerami padi sangat beragam, dapat mencapai 12 ampai 15 ton jerami segar per hektar per tanaman, atau 4 sampai 5 ton jerami kering per hektar tergantung lokasi dan jenis tanaman yang digunakan.

Oleh karena itu jerami padi sangat penting untuk dijadikan pakan ternak ruminansia terutama sapi, kambing dan domba. Hanya saja jerami padi berkualitas rendah, jerami padi mengandung serat mentah dan silikat yang tinggi sedangkan kandungan protein dan daya cernanya rendah.

Untuk meningkatkan kualitas jerami padi. Perlu dilakukan proses fermentasi dengan urea dan probiotik. Probiotik merupakan campuran berbagai mikroorganisme yang bermanfaat untuk mempercepat penguraian serat jerami padi, sehingga lebih mudah dicerna oleh ternak.

Cara Fermentasi Jerami Basah Untuk Sapi

cara fermentasi jerami basah untuk sapi

Bahan dan Alat yang Diperlukan :

  • Jerami padi 100 kg
  • Pupuk urea 4 sampai 6 kg
  • Air kurang lebih 100 liter
  • Ember
  • Tong plastik besar, atau drum
  • Sekop

Cara Fermentasi Jerami Basah Untuk Sapi :

  1. Jerami yang telah disiapkan dipotong-potong dulu menggunakan mesin pencacah rumput atau alat potong seadanya
  2. Kemudian masukka jerami pada tong plastik atau drum, lalu padatkan dengan cara diinjak-injak hingga ketinggian 20 cm. Tips memadatkan bertahap agar tidak ada rongga udara pada sela jerami
  3. Setelah itu, lakukan penyiraman sampai jerami basah
  4. Taburi urea di atas tumpukan jerami padi yang telah basah
  5. Masukkan jerami kembali kemudian padatkan setinggi 20 cm, siram mennggunakan air dan taburi urea kembali
  6. Lakukan tahap yang sama sampai tong plastik besar atau drum terisi penuh
  7. Kemudian selanjutnya biarkan sampai 2 minggu, lalu dibongkar buat diangin-anginkan dan kemudian bisa diberikan langsung untuk pakan ternak.

Baca Juga : Cara Membuat Pakan Sapi Organik yang Mudah dan Praktis

Nah, cukup sekian tutorial cara fermentasi jerami basah untuk sapi pada artikel kali ini. Cukup mudah bukan? Selamat mencoba dan semoga berhasil, dan jika cara dalam artikel ini dapat membantu kamu, jangan lupa untuk membagikan ilmu anda kepada orang-orang di sekitar kamu agar mereka semua dapat mengambil manfaatnya. Sekian dari saya, terima kasih.

Ayo Berbagi Tips