Cara Menulis Huruf Hiragana

Cara Menulis Huruf Hiragana

Hiragana merupakan salah satu dari ketiga huruf Jepang yang wajib diketahui. Selalu digadang-gadang pula sebagai huruf utama dalam bahasa Jepang, huruf ini memiliki berbagai macam fungsi yang sangat penting untuk dipelajari.

Salah satu fungsi yang paling menonjol adalah menjadi huruf utama dalam menuliskan kata-kata Jepang yang terdapat dalam kamus bahasa Jepang. Dengan kata lain, huruf hiragana ini merupakan huruf asli bahasa Jepang.

Selain itu, huruf Hiragana juga berperan dalam memberikan bantuan cara baca kanji bagi mereka yang masih belajar, dimana disebut sebagai furigana.

Tetapi akan sangatlah percuma jika memiliki fungsi yang banyak tetapi tidak tahu cara bacanya. Setidaknya terdapat 4 aturan baku yang bisa kamu pelajari di sini.

Yuk kita bahas!

Sei On

Sei on memiliki arti suara pendek. Dalam penulisan Sei On, huruf hiragana tidak memiliki aturan khusus. Hanya ditulis berdasarkan kata-kata yang terdapat dalam tulisan tersebut.

Misalnya:

  • Hebi: へび
  • Anata: あなた
  • Watashi: わたし

Chou On

Chou on memiliki arti suara panjang. Menurut Weihome Gakuen, mirip seperti bahasa Arab, panjang pendeknya suara bisa mempengaruhi bahasa Jepang itu sendiri.

Seperti misalnya kata “ie” dan “iie”, maka memiliki arti yang jauh berbeda. Ie artinya Rumah, sementara Iie artinya Tidak.

Beberapa aturannya adalah sebagai berikut:

  1. Susunan Huruf A Hiragana dipanjangkan dengan huruf A
  2. Susunan Huruf I Hiragana dipanjangkan dengan huruf I
  3. Susunan Huruf U Hiragana dipanjangkan dengan huruf U
  4. Susunan Huruf O Hiragana dipanjangkan dengan huruf U
  5. Susunan Huruf E Hiragana dipanjangkan dengan huruf I

Seperti contohnya kata Obaasan menggunakan dobel A maka ditulis おばあさん

Sementara Untuk huruf O dan E menggunakan huruf U dan I secara menyusun. Seperti contohnya:

  • Tokei dibaca Tokee: とけい
  • Gakkou dibaca Gakkoo: がっこう

Soku On

Soku on berfungsi untuk menuslikan huruf konsonan ganda, mengingat huruf Hiragana dan huruf Jepang lainnya tidak memiliki huruf mati, maka menggunakan huruf TSU kecil sebelum kata yang dihentakkan.

Perhatikan kedua contoh dibawah ini:

  • Gatsukou: がつこう
  • Gakkou: がっこう

Selintas seperti sama, tetapi sebenarnya untuk menghentakkan, maka huruf TSU diubah menjadi kecil sekitar setengah dari huruf biasa.

Joshi

Joshi merupakan partikel, yang mana ditulis dengan huruf ha, he, dan wo. Tetapi uniknya, terdapat perbedaan cara bacanya, yaitu:

  • Huruf HA (は) dibaca WA
  • Huruf HE (へ) dibaca E
  • Huruf WO (を) dibaca O

Begitulah cara penulisan huruf hiragana. Semoga bisa membantu kamu yang tengah belajar bahasa Jepang!

Ayo Berbagi Tips

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *