Cara Mining Ethereum, Harganya Meroket Sampai 400%

Cara Mining Ethereum 2

Pada bulan Mei tahun 2021, harga koin Ethereum terus meningkat bahkan mencapai harga 61,24 juta rupiah perkoin. Tidak heran jika banyak yang penasaran dengan cara mining Ethereum. Peluang meraih untung pun sudah terbayang di depan mata jika harganya terus meninggi.

Beberapa tahun terakhir ini, mata uang digital telah menjadi pembicaraan panas dalam dunia investasi. Harga koin kripto yang paling mahal masih ditempati oleh Bitcoin. Sedang posisi kedua diduduki oleh Ethereum yang kerap disebut dengan the next Bitcoin.

Apa Itu Ethereum 

Cryptocurrency yang semakin populer membuat banyak orang penasaran dengan investasi jenis ini. Koin-koin cryptocurrency pun banyak diburu oleh para penambang. Koin yang menempati posisi pertama adalah Bitcoin, sedangkan yang kedua adalah Ethereum. 

Harga Ethereum terus menanjak naik, hampir menyaingi Bitcoin dalam penjualan tertinggi. Dengan sistem blockchain sendiri maka semua transaksi harus disetujui oleh para ahli Ethminer. Dalam setiap transaksi harus melalui proses verifikasi baru memperoleh persetujuan. 

3 Cara Mining Ethereum, Kesempatan Besar Meraup Keuntungan

Cara Mining Ethereum

Ethereum bisa diperoleh dengan dua cara, yakni membeli langsung atau dengan sistem menambang (mining). Cara mining Ethereum yang biasa dilakukan oleh para penambang terdiri dari 3 cara paling populer.

Pool Mining

Trik yang paling disukai karena dianggap mampu menghasilkan banyak Ethereum adalah Pool Mining. Anda hanya harus bekerja sama dengan seseorang yang dipercaya. 

Namun sebelum melakukan Pool Mining, ada beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dulu. Berupa ukuran Pool, pendapatan Pool dan biaya Pool. Hal ini harus diperhatikan karena koin yang didapat nanti akan dibagi sama rata.

Ukuran pool besar akan mempermudah penambang untuk memperoleh Ethereum. Meski koin yang diperoleh cenderung lebih sedikit pada setiap blok. Namun hasilnya lebih pasti dibanding tidak memperoleh hasil sama sekali.

Setiap pool akan meminta biaya keanggotaan yang dibayar secara otomatis oleh tiap peserta. Jumlahnya pun bervariasi dari 1% hingga 3% dari hasil yang diperoleh. Jika lebih dari 3% akan memberatkan peserta, namun kurang dari 1% juga cenderung tidak stabil.

Mining Pribadi

Secara sepintas mining mandiri memang terdengar menggiurkan. Pasalnya Anda tidak perlu berbagi dengan peserta lain. Namun anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena Anda harus memecahkan teka teki matematika terlebih dulu. Jika gagal memecahkan, maka hadiah pun akan gagal diperoleh.

Saingannya juga lumayan berat sebab harus bersaing dengan perusahaan lain yang mempunyai sumber daya lebih mumpuni. Peluang keberhasilan pun menjadi semakin kecil. Kecuali Anda memiliki sumber daya sendiri dalam jumlah besar sehingga bisa diandalkan. 

Mining mandiri juga menuntut biaya dalam jumlah besar meski sumber daya yang ada cukup banyak. Ada biaya-biaya perawatan bulanan yang harus dikeluarkan untuk menjaga setiap sumber daya tersebut. Jadi cara ini kurang direkomendasikan. 

Cloud mining

Cara menambang yang terakhir ini juga sangat tidak direkomendasikan. Pasalnya Anda harus menyewa seseorang yang ahli dalam menambang Ethereum. Nanti semua perolehan mereka akan diberikan kepada Anda. 

Banyak yang berpendapat cara ini cukup bodoh, karena untuk apa repot bekerja pada orang lain? Sedang mereka bisa menambang sendiri dengan keuntungan yang lebih banyak. Daripada membayar jasa orang lain, Anda juga bisa menggunakan uang tersebut untuk membeli koin secara langsung. 

Meski begitu, Anda bebas untuk memilih cara mining Ethereum mana saja yang dirasa paling tepat. Namun mengingat harganya yang cenderung fluktuatif, sebaiknya Anda segera menjual koin yang berhasil diperoleh. Terlebih lagi kini  koin Ethereum sedang berada di puncak harga. 

Ayo Berbagi Tips

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *