Dalil Zakat Fitrah Dan Juga Hukuman bagi Orang Tidak Mau Berzakat

Allah Swt memberikan berlebihan pada lebih dari satu orang atas lebih dari satu yang lain didalam rezeki maka itu kita setahun sekali diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.

Allah mewajibkan orang dapat untuk memberikan pada orang fakir hak kewajiban (zakat) yang telah ditetapkan, tidak enggan memberikan namun tidak pula mengharap balas.

Allah Swt berfirman,

وَاللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِي الرِّزْقِ ۚ فَمَا الَّذِينَ فُضِّلُوا بِرَادِّي رِزْقِهِمْ عَلَىٰ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَاءٌ ۚ أَفَبِنِعْمَةِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ


“Dan Allah melebihkan lebih dari satu anda atas lebih dari satu yang lain didalam hal rezeki, namun orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak sudi memberikan rezeki kepada budak-budak yang mereka miliki, supaya mereka serupa (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?” (an-Nahl: 71)


Selain itu, Allah Swt terhitung berfirman,

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ

Artinya: “Dan pada harta benda mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta, dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.” (az-Zariyat: 19).

Rasulullah Saw bersabda:

“Bentengilah harta kalian bersama dengan zakat, obatilah orang-orang yang sakit dari kalian bersama dengan sedekah, siapkanlah doa untuk bala bencana.” (Diriwayatkan Abu Dawud didalam bentuk mursal dari al-Hasan).

Dalam buku ‘Fiqih Islam Wa Adillatuhu’ oleh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, ada hukuman di akhirat ataupun di dunia bagi orang yang tidak sudi berzakat .

Seperti yang dicantumkan didalam firman Allah Swt,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْأَحْبَارِ وَٱلرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۗ وَٱلَّذِينَ يَكْنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ.

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا۟ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

Artinya: “…Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan juga tidak menginfakkannya di jalur Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa meraka akan mendapat) azab yang pedih, (ingatlah) pada hari ketika emas dan perak dipanaskan didalam neraka jahanam, lantas bersama dengan itu disetrika dahi, lambung dan punggung mereka (seraya dikatakan) kepada mereka, “Inilah harta bendamu yang kami simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah (akibat dari) apa yang anda simpan itu.” (at-Taubah 34-35).

Nabi Muhammad Saw terhitung bersabda,

“Barangsiapa diberi harta oleh Allah, lantas tidak membayarkan zakatnya, maka hartanya itu akan diwujudkan bersama dengan ular botak yang mempunyai dua titik hitam. Ular itu akan melilitnya pada hari kiamat, mengambil alih bersama dengan kedua lehernya, kemudian berkata ‘Aku hartamu, aku simpananmu’, lantas membaca ‘Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil bersama dengan harta Allah memberikan kepada mereka dari karunia-Nya menyangka bahwa kebakhilan itu adalah jelek bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya pad ahari kiamat. Dan kepunyaan Allah-lah segala warisan yang ada di langit dan di bumi dan Allah memahami apa yang anda kerjakan.” (HR. Pemilik Kutubus Sittah (enam kitab hadits) tak hanya at-Tirmidzi dari Abu Hurairah (Jam’uz Zawaa’id)).

Ayo Berbagi Tips

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *