Fakta dan Mitos Efek Makan Jeruk pada Bayi

Konsumsi jambu biji menyebabkan usus buntu. Ini sungguh mitos! Secara medis, usus buntu terjadi karena ada peradangan dalam usus yang disebabkan oleh bakteri yang menginfeksi usus tersebut, jadi bukan lantaran ada biji yang masuk ke dalam usus buntu. Ketika mengonsumsi jambu biji, maka biji-bijinya yang halus akan keluar bersama tinja. Sehingga, tidak begitu saja berhenti di usus, lalu menjadikan gangguan pada usus buntu. Jambu biji (Psidium guajava L) kaya akan vitamin C dan memiliki banyak manfaat, di antaranya: mencegah kanker, diare, sembelit, juga mengatasi ­ flu dan batuk.

Salak memicu sembelit. Salak tidak menyebabkan sembelit. Adanya mitos bahwa mengkonsumsi buah salak dapat mengakibatkan sembelit, hal itu dikarena cara makan yang salah. Kesalahannya adalah ketika mengonsumsi buah salak, kebanyakan orang mengupas kulit ari yang melapisi daging buahnya. Kulit ari yang tipis dan berwarna bening ini sesungguhnya kaya serat.

Apabila bagian itu dikupas, maka yang terjadi adalah buah salak akan kehilangan seratnya. Dengan begitu terjadilah yang bersangkutan menderita sembelit atau sulit buang air besar. Dalam dunia kedokteran disebut juga dengan konstipasi. Bisa diartikena sembelit karena buang air besar yang kurang dari 3 kali dalam jangka waktu 1 minggu. Dan juga disertai dengan kepadatan tinja/feses yang keras. Penyebab konstipasi antara lain, minum yang kurang (orang normal minum 2-3 liter/hari), kurang makan sayur-sayuran dan buah-buahan, dan aktivitas fisik yang kurang.

Selama hamil biasanya Mama akan mengalami kesulitan buang air besar. Oleh karena itu, Mama harus mengonsumsi banyak air dan serat. Jadi, salak yang memiliki nama ilmiah Salacca zalaccaini, sesungguhnya bermanfaat besar buat tubuh. Di sebuah penelitian memberikan bukti, selain kaya akan beta karoten dan vitamin C, kuliat ari pada buah salak juga banyak serat dan bagus untuk pencernaan. Kandungan serat yang tinggi di kulit ari salak bisa memperlancar kerja usus.

Makan jeruk sebabkan bayi kuning. Boleh jadi karena warnanya yang kuning, maka muncullah mitos ini. Padahal, kuning atau jaundice, istilah medisnya, adalah kondisi normal yang dialami bayi baru lahir. Penyebabnya, fungsi hati bayi baru lahir yang belum optimal. Pada umumnya warna kuning ini akan muncul pada hari ke-3 namun akan menghilang dengan sendirinya pada saat bayi berusia 7 hari. Untuk mendapatkan informasi lain lagi simak situs seputar dunia anak dan pendidikan terbaik agar mendapatkan manfaat lebih.

Namun, waspadalah akan semua jenis perubahan pada warna kulit bayi, dan konsultasikan dengan dokter spesialis anak segera setelah Mama melihat terjadinya perubahan warna pada kulit bayi. Jeruk justru amat disarankan dikonsumsi sebagai sumber serat dan vitamin C yang dapat membantu mengurangi keluhan konstipasi pada trimester ketiga. Selain itu, jeruk sangat baik untuk mencegah penyakit kanker seperti kanker kulit, payudara, paru-paru, mulut, dan usus besar. Jeruk mengandung D-limonene, senyawa yang sangat baik untuk mencegah berbagai kanker.

Ayo Berbagi Tips

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *