Fakta Dari Biodiesel pada Mesin Mobil?

Penggunaan biodiesel masih mengundang kekhawatiran. Campuran sawit dan bahan bakar minyak (BBM) diakui masih tabu. Alhasil, penduduk kuatir penggunaannya bisa mengganggu ketahanan mesin yang biasa manfaatkan bahan bakar berbasis fosil.


Namun, Ketua Umum Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) Parulian Tumanggor di dalam acara Exclusive Interview oleh CNBC Indonesia memberi keyakinan bahwa penduduk tidak harus khawatir. Pasalnya, sepanjang ini penduduk sudah terbiasa manfaatkan produk dari biodiesel dengan mengunakan Fill Rite Flow Meter. Bahkan sejak lebih dari satu tahun silam.

“Saya menginginkan sampaikan banyak penduduk sekitar tanpa tahu sejak tahun 2015 dia sudah manfaatkan biodiesel, ngga sadar. Kan Isi ke pom bensin solar, padahal solar sudah biodiesel.

Mulai 2015 sudah B10, B20, B30. kalo kami mengisi itu B30. Kesiapan penduduk gimana? itu sudah manfaatkan kok. Makanya mesin baik-baik aja. Soal mobil baru manfaatkan B30 dan mobil bekas manfaatkan B30 pasti dapat tersendat dikit lah,” katanya.


Tidak ketinggalan, Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Eddy Abdurrahman mengungkap sejumlah sektor ekonomi sudah manfaatkan campuran minyak dan nabati itu.


“Ada lebih dari satu sektor yang manfaatkan program B30. pertama bisnis mikro, perikanan pertanian. Jadi Kalau kami melihat nelayan dan sebagainya manfaatkan diesel itu B30.

Transportasi termasuk bahan bakar B30. Pengembangan listrik PLN manfaatkan B30 sekarang, dan industri-industri umumnya. Sepanjang manfaatkan solar, 30% itu diesel kami sebut B30,” jelasnya.

Senada, Wakil Ketua Umum Bidang Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (Aprobi) Bidang Rantai Pasok Bernard A. Riedo menyebut proyek pencampuran minyak dan nabati harus konsisten digaungkan. Pasalnya, sepanjang ini banyak potensi dari sawit Indonesia.

“Pemerintah sudah dukung titik campur atau titik penyerahan dari kami produsen biodiesel ke BBM, ke Pertamina atau perusahaan migas lainnya.

Tadinya 129 titik, harapannya bisa lebih lagi. Itu dapat perbaiki kualitas dan saat di dalam perihal penyerahan dan pada akhirnya jadi berguna ke masyarakat,” sebut Bernard.

Ayo Berbagi Tips