Fungsi Pajak Lengkap dengan Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Manfaatnya

Pajak merupakan pungutan harus berasal dari rakyat yang diberikan kepada negara. Setiap pajak yang dibayarkan oleh rakyat dapat masuk didalam pos penghasilan negara berasal dari sektor pajak.

Pajak yang dibayarkan itu digunakan untuk membiayai belanja pemerintah pusat maupun area demi kesejahteraan masyarakat.


Fungsi pajak dapat dialokasikan untuk keperluan umum, bukan untuk keperluan pribadi. Sebab pajak menjadi salah satu sumber dana pemerintah untuk mendanai beraneka macam pembangunan di pusat dan daerah. Seperti membangun fasilitas umum, membiayai anggaran kebugaran dan Pendidikan, dan juga aktivitas produktif lainnya.

Pemungutan pajak ini sifatnya memaksa dikarenakan ditunaikan berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Lebih jelasnya, Dream merangkum perihal faedah pajak beserta pengertian, ciri-ciri, type dan manfaatnya yang harus diketahui. Berikut ulasan selengkapnya:


Pengertian Pajak

pengertian pajak menurut UU KUP Nomor 28 Tahun 2007 pasal 1 ayat 1 adalah kontribusi harus kepada negara yang dibebankan oleh orang spesial atau badan yang bersifat memaksa, berdasarkan undang-undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara segera dan digunakan untuk keperluan negara demi kemakmuran rakyat.


Pembayaran pajak adalah wujud berasal dari kewajiban negara dan peran dan juga harus pajak untuk secara segera dan bersama-sama, lakukan kewajiban perpajakan untuk pembiayaan negara dan pembangunan nasional. Pembangunan nasional menjadi faedah pajak yang udah dialokasikan.

Hal ini cocok dengan falsafah undang-undang perpajakan, bahwa membayar pajak bukan hanya kewajiban, tapi menjadi hak berasal dari tiap-tiap warga negara untuk turut berpartisipasi didalam wujud peran dan juga pada pembiayaan negara dan pembangunan nasional.


Ciri-Ciri Pajak

Sebelum masuk didalam pembahasan faedah pajak, alangkah baiknya kami ketahui lebih-lebih dahulu ciri-ciri pajak. Berdasarkan pengertian yang udah dijelaskan sebelumnya, maka pajak punyai 4 ciri-ciri sebagai berikut:
Pajak merupakan kontribusi harus warga negara, artinya tiap-tiap orang punyai kewajiban untuk membayar pajak. Hal ini berlaku bagi warga yang udah mencukupi syarat tertentu.

Bersifat Memaksa

Pajak bersifat memaksa untuk tiap-tiap warga negara. Jika seseorang udah memnuhi syarat subjektif dan objektif maka harus baginya untuk membayar pajak. Dalam UU udah dijelaskan jika seseorang dengan sengaja tidak membayar pajak yang seharusnya maka ada ancaman sanksi administrative maupun hukuman secara pidana.

Imbalan Tidak Langsung

Warga negara yang membayar pajak tidak mendapat imbalan secara langsung. Sebab pajak berlainan artinya dengan retribusi. Ketika membayar pajak dalm kuantitas tertentu, Sahabat Dream tidak dapat segera terima manfaat pajak yang dibayarkan. Akan tapi imbalan dapat diberikan secara tidak segera seperti perbaikan jalur raya, fasilitas kebugaran gratis, beasiswa Pendidikan, dan lain sebagainya.

Sesuai Undang-Undang

Pajak udah diatur didalam undang-undang negara, artinya UU udah menyesuaikan perihal mekanisme perhitungannya, pembayarannya, dan juga pelaporan pajak.


Jenis-Jenis Pajak yang Dibayarkan

Terdapat sebagian type pajak yang dipungut pemerintah berasal dari rakyat yang digolongkan menjadi 3 yaitu berdasarkan sifat, instansi pemungut, objek pajak dan subjek pajak.

Jenis Pajak Menurut Sifat

Jenis pajak berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua type yaitu:

Pajak Tidak Langsung

Pajak tidak segera adalah pajak yang hanya diberikan kepada harus pajak misalnya lakukan peristiwa atau perbuatan tertentu. Pajak tidak segera tidak bisa dipungut secara berkala, tapi hanya bisa dipungut misalnya berjalan peristiwa atau perbuatan khusus yang membuat kewajiban membayar pajak. Fungsi pajak tidak segera contohnya pajak penjualan barang mewah.

Pajak Langsung

Pajak segera adalah pajak yang diberikan secara berkala kepada harus pajak berlandaskan pada surat keputusan pajak yang dibuat kantor pajak. Dalam surat itu tertulis kuantitas pajak yang harus dibayarkan. Contoh: pajak bumi dan penghasilan, pajak penghasilan, DLL.

Jenis Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut

Jenis pajak menurut instansi pemungutnya digolongkan menjadi dua type yaitu:


Pajak Daerah

Pengertian pajak area adalah pajak yang dipungut pemerintah area dan terbatas hanya pada rakyat area itu sendiri, baik yang dipungut Pemda Tingkat II maupun Pemda Tingkat I. Contoh: pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak kendaraan bermotor, DLL.

Pajak Negara

Sedangkan pajak negara adalah pajak yang dipungut pemerintah pusat lewat instansi tentang yaitu DJP. Contoh pajak negara adalah pajak penghasilan (PPh), PPnBM, bea materai, PBB (Pajak Perkebunan, Perhutanan dan Pertambangan).

Jenis Pajak Berdasarkan Objek dan Subjek Pajak


Pajak berdasarkan objek dan subjeknya digolongkan menjadi dua type yaitu sebagai berikut:


Pajak Objektif adalah pajak yang pengambilannya berdasarkan objkenya seperti pajak impor, pajak kendaraan bermotor, bea meterai, DLL.

Pajak subjektif adalah pajak yang pengambilannya berdasarkan subjeknya, seperti pajak kekayaan dan pajak penghasilan.

Semua administrasi yang terjalin dengan pajak pusat ditunaikan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak dan juga Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak.

Sementara itu, administrasi pajak area ditunaikan di Kantor Dinas Pendapatan Daerah atau Kantor Pajak Daerah di bawah Pemerintah Daerah setempat.


4 Fungsi Pajak


fungsi pajak berperan sangat penting didalam kehidupan bernegara lebih-lebih di didalam pelaksanaan pembangunan. Pajak merupakan sumber penghasilan negara untuk membiayai seluruh pengeluaran termasuk pembangunan. Berikut 4 manfaat pajak yang dapat diuraikan untuk Sahabat Dream:

1) Fungsi Pajak: Anggaran atau Budgetair

Fungsi belajar tentang pajak ini berfungsi membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. Sebab untuk menggerakkan tugas rutinnya, negara perlu biaya. Biaya inilah yang diperoleh berasal dari pajak. Dewasa ini, faedah pajak ini dipergunakan untuk pembiayaan rutin seperti belanja pegawai, belanja barang, pemeliharaan dan lain sebagainya.

Sedangkan untuk pembiayaan pembangunan, dana disita berasal dari tabungan pemerintah, yaitu penerimaan didalam negeri dikurangi pengeluaran rutin. Tabungan pemerintah ini berasal dari tahun ke tahun harus ditingkatkan cocok kebutuhan pembiayaan pembangunan yang tambah meningkat, lebih-lebih diperoleh berasal dari sektor pajak.


2) Funsi Pajak: Mengatur atau Regulerend

Fungsi pajak yang ke-2 ini artinya pemerintah bisa menyesuaikan pertumbuhan ekonomi lewat kebijaksanaan pajak. Dengan faedah pajak mengatur, pajak bisa dimanfaatkan sebagai alat untuk mencapai tujuan negara.

Contoh: didalam rangka menggiring penanaman modal, baik didalam negeri maupun luar negeri, diberikan beraneka macam fasilitas keringanan pajak. Demimelindungi memproses didalam negeri, pemerintah memastikan bea masuk yang tinggi untuk product luar negeri.


3) Fungsi Pajak: Stabilitas

Artinya dengan ada pajak, pemerintah punyai dana untuk menggerakkan kebijakan yang terjalin dengan stabilitas harga sehingga inflasi bisa dikendalikan. Fungsi pajak yang satu ini dapat berfungsi mengendalikan inflasi.

Hal selanjutnya bisa ditunaikan antara lain dengan jalur menyesuaikan peredaran duit di masyarakat, pemungutan pajak, pemakaian pajak yang efisien dan efisien.

4) Fungsi Pajak: Redistribusi Pendapatan

Fungsi pajak yang keempat adalah redistribusi pendapatan. Pajak yang udah dipungut oleh negara dapat digunakan untuk membiayai seluruh keperluan lazim termasuk termasuk untuk membiayai pembangunan sehingga bisa mengakses peluang kerja yang pada kelanjutannya bisa tingkatkan penghasilan masyarakat.

Ayo Berbagi Tips