Labirin Coffee, Menduniakan Ngopi Dari Bogor

Gambaran kedai kopi oleh kebanyakan masyarakat pakemnya adalah tempat ngopi dengan tempat yang fancy, instagramable dengan desain interior unik nan ciamik.

Dari sekian banyak coffee shop yang tumbuh subur di kota Bogor, tidak banyak yang berani menabrak pakem tersebut. Salah satunya atau bisa jadi satu-satunya adalah Labirin Coffee yang terletak di pojok belakang gedung alumni IPB Baranangsiang.

Seakan menantang, Labirin Coffee tidak minder untuk hadir melawan pakem coffee shop kebanyakan padahal di gedung yang sama, persis di depan gedung yang sama, sudah hadir lebih dulu kedai kopi dengan pakem pada umumnya coffee shop kebanyakan.

LABIRIN COFFEE DI BOGOR
Tidak seperti Coffee shop pada umumnya, Labirin Coffee hanya memiliki deretan kursi kayu yang dibuat sendiri seadanya, penuh coretan-coretang kegalauan para pengunjungnya.

Dapurnya pun tidak lebih dari 3×4 meter yang cukup untuk menampung peralatan untuk membuat kopi, menyimpan biji-biji kopi pilihan sekaligus meja order dan kasir.

Sedangkan pengunjung bebas memilih duduk berdempetan di kursi-kursi kayu di pinggiran gedung langsung menyapa udara luar yang semakin malam tentu saja semakin dingin di Bogor.


Bukan tanpa sebab Labirin Coffee memilih seadanya, karena para pendiri Labirin Coffee memang bermodal pas-pasan.

Kecintaan mereka terhadap kopilah menjadi dorongan kuat untuk nekat membuka kedai kopi dengan misi menduiniakan kopi, “Coffeeing the World”, cetus Mas Fahmi, salah satu owner Labirin yang nama aslinya Faslukil Khamami ini. Tulisan ini juga yang mejeng di depan kaca Labirin Coffee.


“Eksekusi dulu, mikir belakangan” tutur Mas Fahmi menjelaskan metode usahanya.

Walaupun letaknya “hanya” dipojokan, secara umum tempatnya memang strategis. Gedung alumni IPB baranangsiang berlokasi persis disamping terminal bis Damri Bandara.

Tidak jauh dari sini pun banyak hotel-hotel kece dari kelas budget hotel yaitu Fave Hotel, Amarosa Hotel sampai hotel bintang 4 yaitu Hotel Santika yang berada di Botani Squere.

Jadi sebelum ataupun sepulang dari Bandara, maupun bepergian lewat terminal barangsiang, atau sedang mengindap di salah satu hotel disitu, semuanya bisa melipir sejenak untuk menikmati kopi disini.

Untuk itu Labirin Coffee buka dari jam 14:00 sampai sengantuknya atau jam 24:00 atau lebih setiap hari kecuali hari Rabu.

Dari mana asal nama Labirin? Menurut Mas Fahmi, nama Labirin tercetus di awal mereka memulai usaha ini.

Ketika mereka berkumpul untuk mencari nama kedai kopi ini, mereka memperhatikan bahwa untuk tempat Labirin Coffee ini berada, para pengunjung harus meliuk-liuk diantara parkiran motor Damri.

Pun dari depan gedung mereka perlu beberapa kali berbelok untuk sampai ke pojokan. “Seperti Labirin, seperti lika-liku hidup para pendirinya” saut Mas Fahmi berfilosofi lalu tertawa.

Soal kopi, untuk rasanya kopinya tidak kalah dibanding kedai-kedai kopi serius lainnya.

Itu karena barista di Labirin belajar dari salah satu barista nasional sehingga teknik penyeduhan, gramasi dan pemilihan biji kopi benar-benar diperhatikan.

Walaupun letaknya “hanya” dipojokan, secara umum tempatnya memang strategis. Gedung alumni IPB baranangsiang berlokasi persis disamping terminal bis Damri Bandara.

Tidak jauh dari sini pun banyak hotel-hotel kece dari kelas budget hotel yaitu Fave Hotel, Amarosa Hotel sampai hotel bintang 4 yaitu Hotel Santika yang berada di Botani Squere.

Jadi sebelum ataupun sepulang dari Bandara, maupun bepergian lewat terminal barangsiang, atau sedang mengindap di salah satu hotel disitu, semuanya bisa melipir sejenak untuk menikmati kopi disini.

Untuk itu Labirin Coffee buka dari jam 14:00 sampai sengantuknya atau jam 24:00 atau lebih setiap hari kecuali hari Rabu.

Dari mana asal nama Labirin? Menurut Mas Fahmi, nama Labirin tercetus di awal mereka memulai usaha ini.

Ketika mereka berkumpul untuk mencari nama kedai kopi ini, mereka memperhatikan bahwa untuk tempat Labirin Coffee ini berada, para pengunjung harus meliuk-liuk diantara parkiran motor Damri.

Pun dari depan gedung mereka perlu beberapa kali berbelok untuk sampai ke pojokan. “Seperti Labirin, seperti lika-liku hidup para pendirinya” saut Mas Fahmi berfilosofi lalu tertawa.

Soal kopi, untuk rasanya kopinya tidak kalah dibanding kedai-kedai kopi serius lainnya.

Itu karena barista di Labirin belajar dari salah satu barista nasional sehingga teknik penyeduhan, gramasi dan pemilihan biji kopi benar-benar diperhatikan.

Terakhir, yang menarik dari Labirin Coffee adalah kita bisa minta diajarkan menjadi barista. Pengunjung jika mau bisa membuat minumannya sendiri dengan tentu saja dibimbing oleh para barista disini.

Berapa harga untuk diajari membuat kopi ini? Free alias nol rupiah. Karena menurut Labirin Coffee berbagi itu tidak akan memiskinkan.

Bisa jadi ini salah satu cara agar misi mendunikan ngopi tercapai. Ngopi dari Bogor untuk dunia.

Sumber: Hello Semarang

Ayo Berbagi Tips

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *