Morfologi dan Klasifikasi Jamur Tudung Pengantin

Jamur Tudung Pengantin

Morfologi dan Klasifikasi Jamur Tudung Pengantin – Siapapun yang melihat jamur ini pasti akan terkesima dengan Bentuknya. Namanya saja sudah sangat unik- jamur tudung pengantin.

Dinamakan demikian karena jamur cantik satu ini berbentuk mirip sekali seperti tudung pengantin.

Jamur satu ini memiliki kuncup berwarna kecoklatan dan diselimuti oleh  jaring – jaring  nan halus yang membentuk seperti tudung pengantin wanita .

Seperti penamaan organisme pada umumnya, jamur ini juga memiliki nama latin.

Nama latin dari jamur ini adalah Phallus Indusiatus Vent. 1798. Nama ‘idusiatus’ diambil dari Bahasa Latin yang memiliki arti ‘ mengenakan pakaian dalam’.

Tidak hanya itu, jamur ini dalam Bahasa Inggris  sering disebut Bamboo Fungus, Bamboo Mushrooms, atau Veiled Lady. Berikut ini merupakan klasifikasi dari jamur tudung pengantin:

  • Kerajaan              : Fungi
  • Divisi                      : Basidiomycota
  • Kelas                     : Agaricomycetes
  • Bangsa                  : Phallales
  • Suku                      : Phallaceae
  • Marga                   : Phallus
  • Jenis                      : Phallus Indusiatus Vent. 1798

Ciri khas dari jamurini adalah munculnya jaring yang tumbuh dari bagian kepala jamur. Jaring ini akan terus tumbuh memanjang hinga kurang lebih mencapai 12 – 14 cm. Lubang dari bagian bawah pada jamur ini semakin kebawah akan semakin mengecil.

Bentuknya yang unik serta berbeda dari jamur pada umumnya membuat jamur ini dinobatkan sebagai salah satu jamur paling indah dan paling unik di dunia.

Seperti tanaman lain pada umumnya, jamur ini mengandalkan serangga lain untuk berkembang biak. Dibagian kepala jamur ada semacam kerucut kecokelatan yang berlendir dan memiliki bau yang mengundang serangga seperti lalat untuk hinggap.

Spora yang menempel di bagian tubuh lalat akan tersebar menjadi jamur – jamur pengantin yang baru. Ketika sudah dewasa, jamur ini bisa mencapai tinggi 25 cm.

Jamur ini memiliki dua varian. Satu bertudung putih, satu lagi bertudung jingga.

Jamur ini tumbuh dengan sangat baik di daerah tropis dengan suhu sekitar 25 -30 derajat celcius. Sama seperti jamur – jamur pada umumnya. Jamur ini juga membutuhkan daerah yang lembab untuk dapat tumbuh dengan baik.

Jamur ini bisa ditemukan mulai dari semak – semak, hutan, mulai dari pemukiman hingga kota sekalipun.

Jamur ini tumbuh tersebar di daerah tropis di berbagai dunia termasuk di Indonesia. Adapun daerah – daerah lain yang memiliki persebaran jamur ini seperti Negara Nigeria, Kongo, Uganda, Brazil, Venezuela, Kosta Rika, Jepang, Taiwan , Malaysia dan Indonesia.

Hal yang menarik dari jamur ini adalah jamur ini mengandung lemak dan protein, serta kaya akan kalsium, zat besi, mangan, magnesium, seng dan sebagainya. Tidak hanya itu, hal menarik dari jamur ini adalah mengandung berbagai macam senyawa bioaktif, dan memiliki sufat antimikroba dan antioksidan.

Dengan berbagai macam keunggulan yang dimiki oleh jamur ini, tida heran banyak kalangan memanfaatkannya sebagai obat – obatan. Negara China dan Jepang sudah memanfaatkan jamur tersebut sebagai obat – obatan dan bahan makanan.

Namun edukasi dari jamur ini belum tersampaikan dengan baik di Indonesia. Bentuknya yang unik serta penampilannya yang tidak lazim membuat sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggap jamur ini sebagai jamur beracun.

Alam dan sekitarnya telah memberikan sentuhan ajaibnya yang luar biasa di dunia. Banyak sekali flora dan fauna yang belum terjamah oleh manusia yang menunggu untuk diekplorasi. Kita sebagai umatnya bisa memanfaatkan sumber daya yang ada dengan tidak mengeksploitasi secara berlebihan.

Sumber : Agrotek

Ayo Berbagi Tips

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *